Novel Papa, I Want Mommy Full Episode

Novel Papa, I Want Mommy

Sobat Shania, Pada kesempatan ini Shania akan share untuk kalian tentang link dan cara baca Novel Papa, I Want Mommy Full Episode Lengkap dan gratis karya Zhang Ayu.

Jika kalian ingin membaca novel terpopuler namun kalian belum memiliki ide mau membaca novel apa?

Kalian tidak usah risau, karena sekarang ini zaman sudah serba canggih, jadi kalian bisa lebih mudah bisa membaca novel melalui aplikasi baca novel online yang menyediakan layanan berbayar maupun juga secara gratis.

Kalian bisa menggunakan aplikasi baca novel online yang bertebaran di Internet diantaranya seperti Noveltoon, Mangatoon, Innovel, Dreame, Novelme, Wattpad dan juga masih banyak sekali yang lainnya.

Belakangan ini ada novel trending yang banyak diburu para pecinta novel yang berjudul Papa, I Want Mommy. Bila kalian tertarik dan ingin membaca novel ini, maka silahkan simak terlebih dahulu deskripsi dan sinopsis dari novel populer ini.

Tentang Novel

  • Judul: Papa, I Want Mommy
  • Penulis: Zhang Ayu
  • Penerbit: Novelme
  • Genre: Adult Romance
  • Rating:10.0 (Sangat Bagus)

Sinopsis Novel Papa, I Want Mommy

Vengo Gao menikahi wanita yang sangat dibenci keluarganya. Dan karena menikahi gadis itu, Vengo dicoret dari daftar nama sekaligus ahli waris keluarga Gao. Seluruh kota mencacai maki dirinya, mengatai ia dungu dan miskin.

Baca Juga: Novel Istri 100 Juta Full Episode

Vengo dan istrinya menjalani hidup serba pas-pasan.

Setelah tiga tahun pernikahan, istrinya berubah. Ia ketahuan sedang enak-enak bersama pria lain di kamar Vengo sendiri.

Keduanya pun bercerai.

Empat tahun kemudian, mereka dipertemukan. Keadaan vengo telah berubah 99°.

Vengo menjadi pimpinan besar sebuah perusahaan ternama, Black Angel.

Istrinya mulai menyesal telah mengkhianati Vengo. Ia berusaha mendapatkan Vengo kembali, termasuk anak mereka_Lilou.

Disisi lain, Vengo telah menemukan gadis yang menarik perhatiannya. Sayang, gadis itu memiliki kekasih.

Akankah semua berjalan lancar?

Cara Baca Novel Papa, I Want Mommy Full Episode

Kejadian Silam.

24 Juni 2017.
Buket bunga dalam genggaman Vengo. Harum dan segar. Baru saja ia beli selepas pulang kantor, dan selepas memberi kabar palsu pada istrinya, Limisya.
Ia niat sekali membohongi istrinya, tidak pulang karena harus lembur. Sampai-sampai mobil tua yang ia kendarai sebagai sarana ke kantor pun sengaja ia parkirkan lumayan jauh dari gerbang rumah.
Ya, namanya juga mobil tua. Pasti bunyi mesinnya cukup bising. Vengo takut kalau Limisya sadar, dan jadi gagal, deh, rencana membuat kejutan pada wanita itu.
Sehingga, sedari Vengo masuk ke rumah. Limisya tidak sadar.
Senyum Vengo kian melebar. Sesekali ia mencium bunga mawar putih tersebut. Limisya paling suka mawar putih. Katanya, sih, sesuai lagu Inul Daratista.
Begitu Vengo hendak menarik kenop pintu. Mendadak ia mendengar suara desahan. Lantas, tangan Vengo tertahan. Ia terdiam mematung di depan pintu.
Vengo dengarkan baik-baik. Benarkah suara yang ia dengar sebuah desahan atau hanya helaan nafas panjang dari Limisya. Ya, biasanya Limisya suka begitu.
Semakin didengarkan, desahan itu semakin jelas. Bahkan diiringi suara ceplak ceplok selayaknya suara pertemuan dua pusaka yang saling silaturahmi.
Ah, sialan. Pikiran Vengo jadi kacau. Ia membayangkan yang tidak-tidak tapi tunggu. Vengo tidak mungkin salah.
Biarpun ia telah dua bulan tidak melakukan hubungan enak-enak dengan Limisya tapi ia paham desahan dan suara ceplak ceplok itu hanya ada ketika mereka melangsungkan hubungan tersebut. Sementara sekarang, Vengo sendiri dalam keadaan berdiri. Sedangkan Limisya?
“Yes, yes, yang itu.”
Vengo terbelalak. Jantungnya berhenti berdetak sepersekian detik. Belum apa-apa, rongga dadanya sudah sesak duluan.
“Suara itu … suara itu …”
Tidak salah. Suara yang tadi keluar adalah suara Limisya. Biasanya ia meracau seperti itu saat Vengo menyodok lubangnya dari posisi belakang.
“Tidak mungkin.” Otak waras Vengo membantah apa yang barusan ia dengar. “Mungkin Limisya sedang menonton film Jepang.” Vengo tetap berpikir positif.
Guna menuntaskan rasa penasaran sekaligus membuang bayangan buruk dari otak Vengo. Pelan-pelan Vengo mendorong kenop pintu tersebut. Saking pelannya gerakan Vengo, sepasang pria dan wanita di dalam kamar sampai tidak dengar.
Pintu terbuka. Memberi sedikit celah untuk kepala Vengo.
Jederrr
Bak disambar petir disiang bolong. Ia terperangah mendapati wanita yang dua tahun lalu susah payah ia nikahi kemudian ia nafkahi dari usaha keras Vengo sampai ia dibenci oleh seluruh pihak keluarga. Ternyata oh ternyata, wanita itu tengah enak-enakan disodok dari belakang oleh seorang pria yang bisa dibilang ketampanannya sangat tidak bisa dibandingkan dengan Vengo. Bukan hanya soal tampan, tetapi juga dari bentuk tubuh serta panjangnya burung pria itu.
Sumpah. Ia sama sekali tidak pantas menjadi saingan Vengo. Lantas, bagaimana bisa Limisya keenakan begitu?
“Yah, yah, yah,” racau mereka berdua sebelum akhirnya keduanya jatuh lunglai bersama keringat mengucur di kening, membasahi pipi.
Mereka masih tidak sadar ada hati yang tersakiti tengah memperhatikan mereka dengan segala rasa. Mulai dari marah, sakit hati, sedih, kecewa. Semuanya campur aduk kayak cendol.
“Enak mana? Punyaku atau punya Vengo?” Tanya pria yang belum turun dari tubuh Limisya.
Limisya terkekeh kecil. Tangannya mencolek pinggang pria itu. “Jelas punya kamu, dong, Im.”
Persetan. Jadi pria yang menggenjot Limisya adalah Baim. Teman kantor Vengo, yang memang diam-diam suka curi-curi pandang pada Limisya saat Vengo mengajak wanita itu menghadiri acara kantor.
Terlebih sekarang Baim naik jabatan. Ia lebih tinggi dua tingkat dari Vengo. Ya, gimana Limisya tidak luluh.
“Untung Vengo lembur, Im. Kamu jadi bisa ke sini. Sayang, loh, ini punyaku. Sudah dua Minggu tidak disentuh punyamu rasanya sangat hampa,” tambah Limisya.
Vengo terbengong. Buket bunga yang ia bawa seketika jatuh. Selama ini mereka ternyata sudah bermain kotor di belakang Vengo. Kejadian ini bukan hanya sekali tapi sudah dilakukan berkali-kali. Dan pastinya ketika Vengo tidak ada di rumah.
“Terkutuk!” pekik Vengo, tak tahan lagi mendengar percakapan kotor mereka.
Limisya dan Baim tersentak kaget. Mereka spontan menarik selimut guna menutupi tubuh yang tidak memakai apapun.
“Mas.”
Baik wajah Limisya atau wajah Baim. Keduanya sama-sama merah bak udang rebus.
Amarah Vengo meletup-letup. Tidak peduli Baim adalah atasannya sekarang. Vengo lampiaskan segunung emosi, yang dari tadi ia bendung.
Bukkk
Bukkk
Bukkk
Secara brutal, Vengo memukuli wajah Baim. Baim tidak melawan. Bai. hanya menghindar sambil menutupi wajahnya saja.
“Mas, mas, jangan! Jangan! Jangan lakukan itu,” teriak Limisya.
Vengo tak mengindahkan teriakan wanita keparat itu. Vengo tidak bisa mentoleransi apa yang mereka lakukan di belakang Vengo. Terlebih di rumah Vengo sendiri.
“Bajingan! Tidak tau diri. Beraninya kau menyentuh istri orang!”
Vengo seperti orang kesetanan. Wajah Baim sampai bonyok hanya dengan pukulan Vengo. Belum pukulan satu RT yang dengan cepat Vengo panggil.
“Mas! Jangan lakukan itu!” mohon Limisya, menarik-narik kaki Vengo.
Masa bodoh. Vengo tetap melangkah keluar. Limisya yang tidak berpakaian tidak berani mengejar Vengo sampai gerbang.
Di depan gerbang, Vengo berteriak seolah ada maling. Kebetulan komplek perumahan yang ia tempati ramai penduduk.
Mendengar suara Vengo, semua warga pada keluar. Lebih banyaknya kaum ibu-ibu. Maklum, pesona Vengo tidak bisa dipungkiri.
“Ada apa mas Vengo?” Celetukan salah satu warga.
“Nah, kebeneran banget, nih.” Wajah Vengo seperti orang dilanda emosi. “Pak RT, ada pria asing datang ke rumah saya. Dia menggauli istri saya. Mereka berselingkuh. Saya minta arak saja mereka berdua,” minta Vengo tanpa berpikir panjang.
Tentu orang yang Vengo sebut pak RT tidak langsung setuju. Beliau sempat kebingungan.
“Aduh, mas Vengo yang benar saja,” kata ibu-ibu.
Vengo tidak mau banyak bicara. Ia main seret pak RT tanpa menutup gerbang. Rombongan ibu-ibu penyebar gosip paling hot ikut masuk.
Vengo tunjuk pria bernama Baim yang ada di kamar dalam posisi duduk kesakitan sementara Limisya susah payah menggunakan baju.
“Astaghfirullah.” Pak RT istighfar. Cepat-cepat membuang wajah dan menjauh. Sedangkan ibu-ibu berusaha mengintip, tetapi terlanjur Vengo tutup pintunya.
“Sakitnya, tuh di sini, Pak,” kata Vengo sambil memukul-mukul dadanya yang bidang. Duh, sayang, mas!
“Saya sangat sakit hati dengan perilaku calon mantan istri saya itu. Saya … saya …”
Air mata pria itu pun pecah. Ia mengusap kasar rambutnya ke belakang kemudian duduk disusul Pak RT.
“Ibu-ibu, tolong kalian pada keluar!” perintah Pak RT.
“Lah, Pak. Kita pengin lihat live actionnya mbak Misya, nih,” sahut salah satu ibu.
“Hush, sembarangan. Sudah sana pada pulang. Sudah sore. Nanti banyak setan berkeliaran.”
Huuu
Mereka bersorak dan dengan kesal meninggalkan rumah Vengo.
Vengo tersedu sedan. Goresan luka yang Limisya beri teramat dalam. Sakit luar biasa menjalari dada Vengo. Berkali-kali ia mengusap kasar wajah dan rambutnya.
“Apa kurangnya aku, Sya?” batin Vengo, “semua sudah aku beri. Termasuk atas nama rumah pun telah ku serahkan padamu tapi kau tega melakukan hal kotor ini.”
“Mas Vengo, tenangkan diri mas Vengo lebih dulu. Lalu, selepas ini kita bahas,” ujar Pak RT.
Vengo tidak bisa berkata-kata lagi. Ia terus menerus menangis. Sampai sebuah keputusan akhir diambil.
Dimana pada hari itu juga Vengo memberi talak tiga sekaligus kepada Limisya. Lalu, ia pergi membawa bayi berusia sembilan bulan yang sedang tertidur bersama mobil kuno serta barang-barang miliknya, terkecuali yang dibelikan sang mantan istri.
**
Kejadian itu cepat menyebar. Termasuk ke telinga orang tua Vengo. Giliran mereka tertawa terbahak-bahak. Membodoh-bodohi Vengo karena dulu tidak mendengar saran dari mereka.
Vengo bisa apa? Nasi sudah menjadi bubur. Apapun yang terjadi, anggap sebagai pelajaran. Pelajaran untuknya menjaga diri baik-baik dari kaum bernama wanita. Ya, ia memutuskan tidak akan berhubungan dengan wanita manapun terkecuali sang anak.
Keputusan itu telah bulat.

***

Bagaimana alur cerita dari kisah diatas selanjutnya? Untuk bisa membaca novel dengan genre romantis ini, kalian dapat dengan mudah membacanya lewat sebuah aplikasi android yang bernama Novelme yang dapat kalian download dengan cuma-cuma di Play Store ataupun App Store.

Install Novelme, kemudian setelah aplikasi tersebut telah terpasang di Ponsel kalian, maka cari saja di kolom pencarian dengan memasukkan atau menggetikkan judul lengkap “Papa, I Want Mommy” atau klik link baca dibawah ini.

Link Baca Novel Papa, I Want Mommy Full Episode: Disini

Klik tautan yang telah Shania bagikan diatas untuk menemukan novel tersebut, kemudian setelah ketemu silahkan tekan tombol baca yang ada untuk mulai membaca novel secara gratis dan lengkap hingga full episode completed.

Baca Juga: Novel Om Bule Suamiku Full Episode

Akhir Kata

Demikianlah ulasan singkat Shania tentang cara membaca Novel Papa, I Want Mommy Full Episode By Zhang Ayu secara gratis dan juga lengkap. Selamat menikmati dan membaca! Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.