Novel Istri 100 Juta Full Episode

Novel Istri 100 Juta

Pada kesempatan kali ini Shania akan membagikan kepada kalian mengenai link dan cara baca Novel Istri 100 Juta Full Episode Lengkap dan tentunya secara gratis.

Jika kalian ingin membaca novel terpopuler namun kalian belum memiliki ide mau membaca novel apa?

Kalian tidak usah risau, karena sekarang ini zaman sudah serba canggih, jadi kalian bisa lebih mudah bisa membaca novel melalui aplikasi baca novel online yang menyediakan layanan berbayar maupun juga secara gratis.

Kalian bisa menggunakan aplikasi baca novel online yang bertebaran di Internet diantaranya seperti Noveltoon, Mangatoon, Innovel, Dreame, Novelme, Wattpad dan juga masih banyak sekali yang lainnya.

Belakangan ini ada novel trending yang banyak diburu para pecinta novel yang berjudul Istri 100 Juta. Bila kalian tertarik dan ingin membaca novel ini, maka silahkan simak terlebih dahulu deskripsi dan sinopsis dari novel populer ini.

Tentang Novel

  • Judul: Istri 100 Juta
  • Penulis: Soesan
  • Penerbit: Novelme
  • Genre: Romance
  • Rating: 10.0 (Sangat Bagus)

Sinopsis Novel Istri 100 Juta

Mery rela menikah dengan pria mandul dan menjadi istri percobaan demi mendapatkan imbalan mahar seratus juta untuk membayar utang ibunya. Bila waktu kontrak pernikahan habis dan mereka belum juga mempunyai keturunan, maka Mery harus mengakui di depan umum bahwa dirinya yang mandul dan bukan suaminya.

Baca Juga: Novel Pinky Dearest Full Episode

Hari pernikahan yang seharusnya membahagiakan bagi setiap wanita, tidak dirasakan oleh Mery. Setelah akad nikah selesai, suaminya, Celo langsung pergi ke luar kota tanpa meninggalkan sebuah pesan. Tidak ada malam pengantin, tidak ada bulan madu layaknya pasangan baru.

Hidup bersama mertua yang tidak pernah terima putranya divonis mandul adalah kesengsaraan bagi Mery.

Sanggupkah Mery membuktikan bahwa dirinya tidak mandul?

***

Pria Mandul Mencari Istri

“Mereka bukan hanya mencari seorang sekretaris.”
“Lalu?”
“Mereka mencari seorang istri yang mau menikah dengan pemilik perusahaan ini,” jawabnya lagi masih dengan wajah tidak meyakinkan.
“Wah, bagus dong.”
Pembicaraan kedua wanita itu membuat langkah Mery terhenti, tapi dia semakin tercengang mendengar obrolan dua wanita yang baru saja melintas di depannya. Sepertinya mereka sedang kesal dan kecewa karena apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan iklan yang terpasang di media sosial.
Mery adalah seorang gadis belia dengan pakaian sederhana dan sepatu hitam sederhana.
Dia melangkah memasuki sebuah perusahaan yang membutuhkan seorang sekretaris. Dengan wajah polos dan natural, gadis itu memasuki sebuah gedung bertingkat. Matanya beredar ke sana ke mari seolah sedang mencari sesuatu.
“Permisi, Nona,” sapanya pada seorang petugas resepsionis.
“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” jawab wanita muda dengan ramah dan senyum mengembang.
“Saya Mery, saya ke sini untuk melakukan wawancara,” ucapnya dengan sedikit ragu. Ucapan kedua wanita itu terngiang di pikirannya.
“Oh, mari saya antar.”
Mery mengikuti langkah wanita cantik dan ramping di depannya. Langkah wanita itu sangat anggun dengan sepatu tingginya. Tidak seperti dirinya, langkahnya sangat kaku dan terlihat sederhana.
Mery diantar memasuki sebuah ruangan yang cukup besar.
Ternyata bukan hanya dirinya saja yang akan melakukan wawancara. Di sana telah banyak para wanita cantik yang akan mengikuti wawancara.
“Nona, silahkan Anda tunggu di sini bersama yang lain! Nanti wawancaranya ada di ruang sebelah sana,” ucap wanita itu menunjukkan sebuah ruangan yang ada di sebelah ruangan tempat para wanita itu menunggu.
“Terima kasih,” ucap Mery dengan sedikit membungkukkan tubuh ramping dan mungilnya.
Mery melangkah masuk ke ruangan yang telah dipenuhi oleh para wanita cantik. Dia mengedarkan mata melihat setiap peserta wawancara. Mereka terlihat cantik-cantik dan berkelas, tidak seperti dirinya. Sederhana tanpa riasan yang mencolok.
“Sebanyak ini pesertanya?” gumam Mery mengedarkan mata.
Satu sama lain ada yang berbincang, bercanda ada pula yang hanya duduk seorang diri sembari meremas-remas tangannya sendiri karena gugup.
Mery memilih duduk di antara wanita yang duduk seorang diri. Dia juga merasakan gugup yang luar biasa. Baru kali ini dia mengikuti wawancara. Mery memang baru lulus kuliah dan belum pernah bekerja. Ini pengalaman pertama baginya.
“Ya Tuhan, aku gugup sekali.”
Sebelum wawancara dimulai, seorang wanita berjalan masuk dengan pakaian kerja yang rapi dan anggun. Wanita setengah baya yang cantik. Penampilannya tidak seperti usianya, masih terlihat cantik dan muda. Tidak ada senyum dan tidak ada keramahan di wajah cantiknya. Hal itu semakin membuat Mery gugup dan tegang.
Wanita itu melihat mereka satu persatu dengan tatapan tajam. Bahkan wanita itu menelusuri ruangan hanya untuk mengamati peserta wawancara satu persatu dengan detail. Entah apa yang dilakukannya yang jelas matanya membuat Mery semakin gugup.
“Semoga salah satu di antara kalian ada yang sanggup menjadi sekretaris tuan kami,” ucap wanita itu terdengar dingin. Ucapannya mampu mematahkan semangat sebagian peserta.
Mata itu berhenti sejenak padanya dan memandangnya lebih lama dari peserta lainnya. Jantungnya semakin berdebar tidak menentu. Dari tatapannya dapat dilihat kalau wanita itu bukan wanita biasa, dia terlihat sombong dan angkuh. Terlihat dari caranya melihat dan membawa diri, dia bukan orang sembarangan di perusahaan itu.
“Cantik sih, tapi wajahnya galak sekali. Serem!” gumam Mery sangat lirih setelah wanita itu pergi.
Wawancara akan segera dimulai. Satu persatu nama mereka dipanggil.
Menunggu adalah hal yang paling menjenuhkan. Apa lagi menunggu dengan jantung berdebar tidak menentu.
Berkali-kali Mery meremas jemarinya sendiri. Berulang kali juga gadis itu mengatur pola napasnya. Seperti akan memasuki dunia yang baru, perasaan Mery semakin tidak menentu.
Satu persatu peserta yang mengikuti wawancara mulai berkurang dan hampir selesai. Tidak ada panggilan lagi.
Terakhir seorang wanita keluar dengan wajah datar cenderung sedih. Penampakannya sangat lesu dan kesal, seolah menandakan bahwa dirinya telah gagal. Ekspresi wajahnya mengundang banyak tanya dari beberapa peserta lainnya.
“Wawancara macam apa ini? Dalam iklan mereka bilang membuka lowongan untuk posisi sekretaris. Kenapa malah mencari istri untuk pria mandul?” omelnya kesal.
“Hey, apa yang mereka tanyakan?” tanya salah satu peserta lainnya pada wanita itu.
“Mereka bukan hanya mencari seorang sekretaris saja,” jawabnya kesal sembari duduk dengan kasar. “Mereka mencari seorang istri yang mau menikah dengan pemilik perusahaan ini,” jawabnya.
“Bukankah itu malah lebih bagus? Sekretaris dan juga istri pemilik perusahaan. Keren!” ucap salah satu dari peserta.
“Jangan senang dulu!” ucapnya menghentikan hiruk pikuk peserta. “Yang mereka cari bukan sebatas istri,” ucapnya lagi.
Sorot matanya beredar ke seluruh wanita yang ada di ruangan itu, tidak terkecuali pada Mery.
“Maksudnya?”
“Kalian tau siapa pemilik perusahaan ini?”
Mereka saling pandang seolah matanya mengatakan bahwa mereka tidak tau siapa dia.
“Dia pria yang tidak akan pernah mempunyai anak. Kabarnya dia mandul, tapi orang tuanya tidak percaya kalau anaknya mandul. Makanya dia mencari istri sebagai bahan percobaan. Kalian hanya akan diberi waktu satu tahun untuk memberikan keturunan bagi pria itu.”
“Bagaimana bisa punya anak kalau dia mandul?” terjang salah satu dari wanita lainnya.
“Nah, itu masalahnya. Bila dalam satu tahun kalian tidak bisa memberinya keturunan, maka kalian harus membayar denda sebanyak dua kali lipat dari biaya hidup yang kalian nikmati selama menjadi istri pria itu.”
“Gila! Dia pikir ini permainan anak-anak? Bikin anak kok coba-coba,” omel mereka.
“Kalau begitu, buat saja dengan pria lain dan akui itu sebagai anaknya!” ucap salah seorang dari mereka.
“Jangan berani melakukan hal itu! Dia akan melakukan tes DNA setelah anak itu lahir untuk mencegah penipuan.”
Setelah mendengar kabar tentang pria pemilik perusahaan yang katanya mandul, satu persatu dari peserta mulai menyerah tanpa bertempur. Ada pula yang ngomel-ngomel tidak jelas. Ada yang terus maju dengan rencana yang tidak baik.
Bagaimana dengan Mery?
Gadis itu masih berpikir keras untuk melanjutkan atau memilih pergi. Berita itu sudah dia dengar dari dua wanita yang melintas di hadapannya tadi.
Mery bingung, pergi dengan tangan kosong dan kembali menerima tawaran sang pria tua dan menjadi istri kelimanya. Dengan begitu hutang ibunya lunas. Atau dia akan tetap melakukan wawancara dan menjadi istri dari pria mandul. Dan bukan hanya itu saja, dia akan menjadi istri percobaan untuk menghasilkan seorang anak.
“Tidak, aku tidak akan kembali dengan pria tua itu. Aku akan melunasi hutang itu tanpa harus menjadi istri kelimanya.”
“Nona Mery.” Seseorang memanggil namanya di saat Mery sedang bergumul dengan pikirannya.
Kini giliran dia yang harus melakukan wawancara.
‘Ya Tuhan, keputusan apa yang harus aku ambil?’
Langkahnya tidak pasti. Mery melangkah dengan ragu memasuki ruangan yang akan menjadi neraka baginya. Dengan kepala merunduk, gadis itu memasuki ruangan yang super dingin baginya hingga rambut-rambut halus di tangan mulai berdiri menantang.
“Permisi, Tuan, Nyonya,” sapanya pada tiga orang yang duduk di deretan meja dengan wajah tidak bersahabat.
“Siapa namamu?” tanya seorang wanita dengan nada tegas.
“Mery, Nyonya,” jawabnya masih dengan wajah merunduk.
“Lihat kami!” bentak pria dengan suara bariton.
Mery tersentak dan langsung menatap mereka satu persatu. Pria dengan wajah datar dan dingin menatapnya intens tanpa terputus. Pria tua dengan garis wajah tegas.
‘Apa pria ini yang dikatakan mandul? Tua sekali. Apa aku harus menikah dengan pria setua ini? Sama saja dengan pria tua yang ingin menjadikan aku istri sebagai pembayar hutang ibuku, hanya berbeda nasib.’ Batin Mery bergejolak lemah.
“Masih gadis atau sudah menikah?” tanyanya lagi. Kali ini suaranya lebih rendah.
“Saya … saya masih gadis, Tuan.” Mery merasa gugup.
“Kamu tau? Pemilik perusahaan bukan hanya mencari sekretaris, melainkan mencari seorang istri yang bisa membantu memberinya keturunan. Dia divonis mandul, tapi orang tuanya tidak percaya. Makanya dia mencari wanita yang rela menjadi istri hanya untuk memberinya keturunan. Bila dalam satu tahun kamu gagal, maka kamu akan diceraikan. Dan kamu harus mengakui pada semua orang kalau kamu yang mandul, bukan suamimu. Bagaimana?”
Deg!
Jantung Mery terasa berhenti dan kembali berpacu dengan irama yang lebih cepat.
“Apa harus satu tahun?”
Mery memberanikan diri mengangkat wajah dan menatapnya lalu merunduk lagi.
“Ya. Apa kamu sanggup?” tanyanya dengan nada tegas.

Cara Baca Novel Istri 100 Juta Full Episode

Bagaimana alur cerita dari kisah diatas selanjutnya? Untuk bisa membaca novel dengan genre romantis ini, kalian dapat dengan mudah membacanya lewat sebuah aplikasi android yang bernama Novelme yang dapat kalian download dengan cuma-cuma di Play Store ataupun App Store.

Install Novelme, kemudian setelah aplikasi tersebut telah terpasang di Ponsel kalian, maka cari saja di kolom pencarian dengan memasukkan atau menggetikkan judul lengkap “Istri 100 Juta” atau klik link baca dibawah ini.

Link Baca Novel Istri 100 Juta Full Episode: Disini

Klik tautan yang telah Shania bagikan diatas untuk menemukan novel tersebut, kemudian setelah ketemu silahkan tekan tombol baca yang ada untuk mulai membaca novel secara gratis dan lengkap hingga full episode completed.

Baca Juga: Innovel, Aplikasi Baca Novel Terbaik dan Gratis

Akhir Kata

Demikianlah ulasan singkat Shania tentang cara membaca Novel Istri 100 Juta Full Episode By Soesan secara gratis dan juga lengkap. Selamat menikmati dan membaca! Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.